Beda Budaya, Beda Gaya Menulisnya

Endang Susilowati - ELTLT 14 Sep 2019

Endang Susilowati SPd menyajikan makalah pada Seminar Internasional ELTLT 19 di Hotel Grasia, Semarang, Sabtu (14/9)

SEMARANG-Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan  Seminar Internasional ELTLT 19 (English Language Teaching, Literature, and Translation) pada Sabtu-Ahad (14-15/9) di Hotel Grasia, Semarang.  Seminar diikuti oleh ratusan penyaji dan peserta yang terdiri dari mahasiswa, guru, dosen, dan peneliti dari Amerika Serikat, Australia, Inggris, Cekoslovakia, India, Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia.

Tampil sebagai keynote speakers: 1) Assoc. Prof. Jayne C. Lammers (University of Rochester’s Warner School of Education and Human Development, New York, USA), 2) Dr. Hasuria Che Omar (Universiti Sains Malaysia, Malaysia), 3) Dr. Abdul Mohammed Ali Jinnah (Jamal Mohamed College Bharatidasan University, Tamil Nadu, India), dan 4) Prof. Dr. Abdurrachman Faridi, M.Pd. (Universitas Negeri Semarang, Indonesia)

Turut hadir sebagai penyaji makalah dalam seminar tersebut Endang Susilowati SPd, guru dan Kepala Divisi Akademik pada LKP Kampung Inggris Semarang. Makalahnya yang berjudul “The Realization of Theme and Thematic Progression in Non-Native Writers’ Article Abstracts” membahas gaya menulis para penutur asing bahasa Inggris. Dua puluh abstrak artikel penelitian yang diterbitkan di beberapa jurnal internasional (sepuluh penulis Cina dan sepuluh penulis Indonesia) menjadi objek penelitiannya. Penelitian menemukan perbedaan dalam realisasi tema dan pola perkembangan tematis pada tulisan ilmiah para penutur non jati bahasa Inggris.

Menurut Endang, hasil penelitiannya bisa bermanfaat untuk para guru agar bisa meningkatkan kualitas tulisan para siswa, utamanya dalam hal penerapan struktur tema dan pola perkembangan tematis. Terkait dengan keikutsertaannya dalam seminar, Endang menyampaikan pentingnya guru mengikuti seminar untuk mengembangkan profesionalitas.  

“Guru tidak cukup belajar dari buku teks saja tetapi perlu mengikuti seminar seperti ini agar tahu isu-isu yang sedang booming di dunia pendidikan dan juga untuk meng-upgrade keterampilan sebagai pengajar. Ini adalah bagian dari self-development,” kata Endang.

Home

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *