Cara Berkah Hidup Melimpah

Cara Berkah Hidup Melimpah: Rohani SPd MA berbicara di depan peserta pelatihan kewirausahaan.
Cara Berkah Hidup Melimpah: Rohani SPd MA berbicara di depan peserta pelatihan kewirausahaan.

Cara Berkah Hidup Melimpah: Rohani SPd MA berbicara di depan peserta pelatihan kewirausahaan.

SEMARANG-Geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Semarang semakin terasa. Hari Minggu (18/2) bertempat di Rumah Makan Soto Sedeep Banyumanik delapan puluh lima orang pelaku UMKM menghadiri pelatihan kewirausahaan dengan tajuk “Cara Berkah Hidup Melimpah.” Acara yang digagas oleh LazisMu Banyumanik dan BPR Syariah Asaba tersebut menghadirkan dua nara sumber, Rohani SPd MA, dosen dan motivator dari UNNES dan Nur Sodiq SE, wirausahawan dari Semarang.

Dalam paparannya, Rohani yang juga pembina Kampung Inggris Semarang menyampaikan bahwa dalam mencapai hidup melimpah dengan cara yang berkah ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yakni meluruskan keyakinan, menata diri, melakukan usaha bumi, dan melakukan usaha langit. Keyakinan yang keliru bisa mengakibatkan orang tidak bersemangat dalam menjalankan usaha. Misalnya, orang yang meyakini bahwa menjadi miskin atau kaya itu tergantung dari garis keturunan, dia cenderung akan lemah dalam berusaha. Keyakinan semacam itu harus diluruskan. Menata diri adalah membangun sifat yang baik. Salah satu sifat baik yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan adalah sifat bisa dipercaya. Usaha bumi adalah tindakan profesional yang mendatangkan manfaat bagi customer. Usaha langit adalah perbuatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT Yang Maha Pemberi Rizqi.

Raja Keripik Semarang: Nur Sodiq SE menuturkan suka dukanya membangun usahanya di bidang makanan ringan.

Raja Keripik Semarang: Nur Sodiq SE menuturkan suka dukanya membangun usahanya di bidang makanan ringan.

Sementara itu Nur Sodiq SE yang dikenal sebagai Raja Keripik Semarang menuturkan perjuangannya membangun bisnis  di bidang makanan ringan dari nol. Banyak cerita menarik di balik suka dukanya mengembangkan usaha. Beberapa tahun silam saat usahanya mulai berkembang, Cak Nur, begitu ia akrab disapa, berhasil memasok keripik ke salah satu koperasi di sebuah institusi militer. “Titip surat undangan RAT untuk bosmu, Mas,” kata seorang pimpinan di koperasi tersebut kepada Cak Nur suatu hari. Nampaknya sang pimpinan koperasi tidak tahu bahwa bos yang ia maksud sedang berdiri di depannya.  Cak Nur dikira hanya seorang karyawan biasa karena hari itu ia menyetir sendiri, mengantarkan pesanan keripik untuk koperasi tersebut.

Waktu telah berlalu. Berbagai impian Cak Nur yang pernah sempat kebingungan karena tidak mempunyai pekerjaan telah tercapai. Kini dia bersama wirausahawan Muslim di Semarang giat membantu pelaku UMKM untuk maju melalui berbagai program bantuan dan pendampingan melalui LazisMu dan BPR Asaba.

Para peserta nampak antusias mengikuti acara sampai paripurna. Heru Rusdiana, seorang wirausahawan warung makan dari Pudak Payung mengungkapkan kesannya, “Saya termotivasi untuk memperbaharui dan membenahi sistem manajemen dan cara kerja warung makan saya.” (Hamz)

Kewirausahaan Lazismu Banyumanik

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Please follow and like us:
4

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *